Apa itu Kurikulum?
ü Kurikulum dapat dimaknai sebagai titik
awal sampai titik akhir pengalaman belajar murid.
ü Ada juga yang memaknai kurikulum sebagai “
jantung atau isi pendidikan”, yaitu ‘apa saja yang akan murid pelajari’. Jika tidak ada jantung atau isi
pendidikan, maka tidak ada yang ‘memompa darah’ atau ‘kosong’.
ü Bahkan, ada juga yang menganggap kurikulum
sebagai program pendidikan. Program yang menyediakan
pengalaman-pengalaman belajar untuk perubahan perilaku murid
Murid hidup pada zaman/keadaan yang sudah
berbeda.
- Cara berkomunikasi,
- cara belajar
- cara memandang diri
- lingkungannya berbeda dengan keadaan yang kita alami pada jaman
kita.
4 KOMPONEN DALAM KURIKULUM
- kommponen tujuan,
- isi kurikulum,
- komponen metode atau strategi pencapaian tujuan,
dan
- komponen evaluasi
komponen-komponen tersebut
diklasifikasikan menjadi 3 hal yang digunakan di beberapa negara, yaitu;
- Tujuan pembelajaran/konten
- Panduan pedagogi
- Panduan asesmen
Kerangka/komponen ini dapat kita gunakan
dalam mendesain kurikulum dan pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid.
Murid hidup pada zaman/keadaan yang sudah berbeda.
- Cara
berkomunikasi,
- cara
belajar
- cara
memandang diri
- lingkungannya
berbeda dengan keadaan yang kita alami pada jaman kita.
“Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya”.
Kurikulum bersifat
dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik
murid, demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka: kini dan di masa
depan.
selengkapnya klik https://drive.google.com/file/d/1uplXrxWn6Abt5kkF6FHhPZrCBFmv5ovJ/view?usp=sharing
Sangat setuju sekali...seperti kita tahu bahwa pendidikan hendaknya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik. Terimakasih artikelnya, sangat bermanfaat sekali...
BalasHapusSetuju, ini penting bisa dibayangkan apabila kurikulum tidak dikembangkan, maka akan sangat sulit dalam mengatasi situasi perkembangan zaman yang begitu cepat untuk berubah.
BalasHapusBagus
BalasHapusKurikulum kita sebaiknya di ubah kedalam kurikulum yang menitikberatkan pada kecerdasan akhlak tidak hanya pada kecerdasan intelektual semata.
BalasHapus