Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2020

SEJARAH PANDEGLANG

 

TAPAK PERADABAN PURBA DI LERENG GUNUNG PULASARI*)

( Bagian 1 )**)

 

 

Setelah kemarin kita membahas tentang Situs Cihunjuran pada pembahasan “Keberadaan Situs Cihunjuran dan Dugaan Keberadaan Kerajaan Salakanagara”, kini kami akan mengajak pembaca untuk menjelajahi waktu menyusuri lereng Gunung Pulasari lainnya yang tidak begitu jauh dari letak Situs Cihunjuran, yaitu Situs Tamansari dan Kontol Gopar.

 

Kamis, 02 Juli 2020

SEJARAH PANDEGLANG


KEBERADAAN SITUS CIHUNJURAN DAN DUGAAN KEBERADAAN KERAJAAN SALAKANAGARA 
Oleh :
Uri  M. Rachmawiana, S.Pd.
PENDAHULUAN
        Sebelum tahun 2000 berbagai kajian sejarah dan kebudayaan Banten selalu bersumber pada dua wilayah budaya yang spesifik, yaitu tradisi etnografi Baduy yang dianggap representasi orisinilitas budaya Sunda dan tradisi Kesultanan Banten yang merepresentasikan elemen-elemen modernitas Banten sejak kedatangan Islam sekurang-kurangnya dari paruh pertama abad XVI.
Harus kita akui, banyak fakta menunjukkan bahwa beberapa peristiwa sejarah telah demikian kuat mewarnai identitas budaya hampir diseluruh wilayah Banten. Namun, persoalannya terletak pada kenyataan bahwa identitas budaya itu merupakan hasil proses sejarah, yang mungkin selama proses itu berlangsung telah terjadi pembentukan identitas bahkan ada kecenderungan selalu diperbaharui mengikuti perubahan-per-ubahan sosial dan budaya.
Kepurbakalaan di lereng Gunung Pulasari untuk pertama kali diteliti oleh sebuah tim dari Pusat Peneli tian Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1979. Namun, penelitian tersebut hanya peninjauan lapangan dalam rangkaian kegiatan ekskavasi di Anyer. Penelitian ini mendokumentasikan dolmen (Batu Ranjang), lumpang batu, dan arca batu (Sanghyang Dengdek) di lereng barat, sebagai hasil ke-budayaan materi yang bercorak megalitik.

Rabu, 03 Juni 2020

INTI BANGSA 2019


SEJARAH WISMA MENUMBING DAN WISMA RANGGAM 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kemerdekaan yang kita peroleh saat ini merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan bangsa. Seperti yang kita ketahui meskipun Republik Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, namun pihak Belanda selalu berusaha merongrong kemerdekaan Indonesia. Berbagai tempat di nusantara menjadi saksi sejarah bagimana para pendiri bangsa dengan gigih mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 
Berikut ini 2 (dua) tempat bersejarah di Provinsi Bangka Belitung yang menjadi saksi perjuangan para pendiri bangsa dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia….simak yu !!!!!

1.      Wisma Menumbing
(Foto Dokumentasi Pribadi)

(Foto Dokumentasi Pribadi)
Wisma Menumbing terletak di atas Bukit Menumbing, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Bukit Menumbing sendiri memiliki ketinggian 445 dpl. Wisma Menumbing dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1928-1933. Pada tanggal 28 Agustus 1928, wisma diresmikan dengan nama Berghotel Menumbing dengan fasilitas lengkap dan bergaya Belanda modern. Wisma memiliki satu bangunan utama dengan beberapa fasilitas lainnya. Pada awalnya wisma ini digunakan oleh elit perusahaan timah Belanda (Banka Tin Winning).    

Senin, 01 Juni 2020

CAGAR BUDAYA KABUPATEN PANDEGLANG


Bagi kita warga Pandeglang, bangunan bersejarah yang akan kita bahas kali ini sepertinya tidak asing lagi, bahkan sering kita lihat. Namun, sedikit sekali dari kita yang tahu sejarah dari bangunan ini. Yuk, kita simak penjelasan tentang salah satu cagar budaya yang ada di Kabupaten Pandeglang ini!

MENARA AIR (WATER TOREN



Menara air (water toren) adalah salah satu bangunan peninggalan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang terletak di Kabupaten Pandeglang. Letak menara air ini, yaitu di Jalan Mesjid Agung, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten serta berdekatan dengan Mesjid Agung Pandeglang dan Polres Pandeglang.