Perjalanan Study Tour MGMP IPS Kabupaten Pandeglang di Kota Bogor, dilanjutkan ke tempat berikutnya, yaitu Monumen dan Museum PETA. Yuk, mari kita simak informasi yang kami dapatkan seputar Monumen dan Museum PETA.....
![]() |
| (Sumber : https://www.tempatwisata.pro/wisata/Museum-PETA) |
A.
Lokasi Monumen dan Museum PETA
Monumen dan museum PETA terletak di Jalan Jenderal Sudirman No.35, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Letaknya berdekatan dengan Istana Bogor. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-14.30 WIB dan untuk hari Sabtu, Minggu serta hari Libur lainnya museum ini tutup.
B.
Sejarah
Monumen dan Museum PETA
Gedung yang sekarang dijadikan sebagai museum PETA dibangun pada tahun 1745 dengan gaya bangunan Eropa (Inggris) oleh
para tentara KNIL. Kemudian pada masa pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat
berlatihnya tentara PETA. Tentara PETA (Kyodo Bo-ei Giyugun) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamo Sirei No.44 (dekrit) yang diumumkan oleh Panglima Tentara Keenambelas, yaitu Letnan Jenderal Kumakhici Harada. Tentara PETA merupakan cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tokoh PETA yang terkenal diantaranya adalah Jenderal Sudirman, Presiden Soeharto, dan Supriyadi.
Pembentukan Museum PETA dibentuk atas prakarsa YAPETA atau Yayasan Pembela Tanah Air. Adapun tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada mantan Tentara PETA, selain itu museum ini diharapkan dapat memberian gambaran perjuangan Kemerdekaan Indonesia serta persiapan dalam mengisi kemerdekaan tersebut..
Pembentukan Museum PETA dibentuk atas prakarsa YAPETA atau Yayasan Pembela Tanah Air. Adapun tujuan dibangunnya museum ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada mantan Tentara PETA, selain itu museum ini diharapkan dapat memberian gambaran perjuangan Kemerdekaan Indonesia serta persiapan dalam mengisi kemerdekaan tersebut..
Rancangan
pendirian museum PETA ini dimulai pada tanggal 14 November 1993 dengan
peletakan batu pertamanya oleh Bapak wakil presiden Indonesia pada saat itu, yaitu Bapak Umar Wirahadikusuma. Pembangunan museum ini membutuhkan waktu sekitar 2 tahun dan baru
diresmikan sebagai Museum PETA pada tanggal 18 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto.
diresmikan sebagai Museum PETA pada tanggal 18 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto.
C.
Koleksi
Museum PETA
Pertama
kali tiba di museum PETA tepatnya di sebelah kanan, kita akan melihat Patung
Jenderal Soedirman. Seperti yang kita ketahui Jenderal Soedirman merupakan salah satu tokoh pejuang Indonesia yang memiliki latar belakang sebagai tentara PETA. Patung ini diresmikan pada tanggal 9 Agustus 2010 bertepatan dengan diserahkannya Monumen dan Museum PETA oleh Yayasan PETA Bogor kepada pemerintah selanjutnya pengelolaan diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.
![]() |
| (Patung Jenderal Soedirman) |
Menuju ruangan museum, kita akan melewati lorong yang di dinding sebelah kiri dan kanannya terdapat relief yang menggambarkan kegiatan tentara PETA. Selain itu juga terdapat relief mantan tentara PETA, yaitu Supriadi, Soeharto, Soedirman dan tokoh PETA lainnya.
![]() |
| (Relief yang terdapat di Monumen dan Museum PETA) |
Diorama ini bercerita tentang penyerbuan pasukan BKR ke markas besar Osha Butai Kota Baru pada bulan Oktober 1945 dipimpin oleh mantan Cudancho PETA Soeharto. Penyerbuan dilakukan karena pihak Jepang tidak mau menyerahkan senjata-senjata mereka.
Koleksi museum PETA berikutnya, yaitu pakaian dan perlengkapan
tentara PETA. Seperti tampak pada foto di bawah ini.
Selain diorama, koleksi pakaian serta perlengkapan tentara PETA, di museum ini juga terdapat koleksi senjata berupa Senjata Mesin Berat, Senjata Mesin Ringan, Senjata Laras Panjang, pistol, bayonet, kompas dan Teropong.
![]() |
| (Senjata) |
Di museum ini juga kita dapat melihat beberapa dokumentasi tentang Tentara PETA, seperti berikut ini :
![]() |
| (Tentara PETA yang sedang berfoto bersama) |
![]() |
| (Chudancho atau Komandan Kompi sekarang Kapten) |
![]() |
| (Syodancho atau Komandan Pletoni sekarang Letnan) |
![]() |
(Daidancho atau Komando Batalyon sekarang Letkol/Mayor)
|
........dan inilah kebersamaan MGMP IPS Kabupaten Pandeglang di Monumen dan Museum PETA
Demikian informasi yang dapat kami
sampaikan tentang monumen dan museum PETA.
Semoga Bermanfaat….
Yuk Cintai Museum……Museum Selalu di Hati……
Sampai jumpa di postingan
berikutnya ya……..














👍👍
BalasHapusSemoga sekolah2 masih bersemangat mengadakan program kunjungan museum bagi siswanya.
BalasHapusGood
BalasHapusSemoga musium tetap menjadi pavorit study tour sekolah sekolah
BalasHapus