Rabu, 03 Juni 2020

INTI BANGSA 2019


SEJARAH WISMA MENUMBING DAN WISMA RANGGAM 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kemerdekaan yang kita peroleh saat ini merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan bangsa. Seperti yang kita ketahui meskipun Republik Indonesia sudah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, namun pihak Belanda selalu berusaha merongrong kemerdekaan Indonesia. Berbagai tempat di nusantara menjadi saksi sejarah bagimana para pendiri bangsa dengan gigih mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 
Berikut ini 2 (dua) tempat bersejarah di Provinsi Bangka Belitung yang menjadi saksi perjuangan para pendiri bangsa dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia….simak yu !!!!!

1.      Wisma Menumbing
(Foto Dokumentasi Pribadi)

(Foto Dokumentasi Pribadi)
Wisma Menumbing terletak di atas Bukit Menumbing, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Bukit Menumbing sendiri memiliki ketinggian 445 dpl. Wisma Menumbing dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1928-1933. Pada tanggal 28 Agustus 1928, wisma diresmikan dengan nama Berghotel Menumbing dengan fasilitas lengkap dan bergaya Belanda modern. Wisma memiliki satu bangunan utama dengan beberapa fasilitas lainnya. Pada awalnya wisma ini digunakan oleh elit perusahaan timah Belanda (Banka Tin Winning).    
(Foto Dukumentasi Pribadi)
Pada saat Belanda melakukan agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948, Belanda menangkap Soekarno-Hatta beserta pemimpin bangsa yang lain, mereka kemudian diasingkan ke berbagai wilayah di Indonesia salah satunya Bangka. Tokoh yang pertama kali diasingkan ke Bangka adalah,  Muhammad Hatta, Soerjadarma, Asa'at dan A.G. Priggodigo. 
Pada tanggal 5 Februari 1949, Belanda menggunakan pesawat Catalina memindahkan Soekarno dan KH. Agus Salim dari Prapat (Sumatera Utara) ke Bangka menyusul Muhammad Hatta yang sudah lebih dahulu berada di Wisma Menumbing. Pada awalnya mereka semua ditempatkan di Wisma Menumbing, tetapi Soekarno tidak lama ditempatkan disana karena alasan kesehatan. Beliau, bersama KH. Agus Salim, Mr. Ali Sastroamidjoyo, dan Mr. Moch Roem dipindahkan ke Wisma Ranggam.

(Foto Dokumentasi Pribadi)
(Foto Dokumentasi Pribadi)
Di Wisma Menumbing, Muhammad Hatta pernah dipenjara selama 17 hari, yaitu dari tanggal 27 Desember 1948-12 Januari 1949 dengan ukuran kerangkeng 4 x 6 meter. Di dalam kerangkeng terdapat meja makan dan kursi. Setelah tindakan Belanda tersebut dilaporkan kepada perwakilan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Muhammad Hatta kemudian dikeluarkan. Saat ini kerangkeng tersebut telah dibongkar dan ditandai dengan menggunakan selotip berwarna hitam. Pintu di dekat bekas kerangkeng juga telah dirubah menjadi dinding.

2.      Wisma Ranggam atau Pesanggrahan Muntok
         
(Foto Dokumentasi Pribadi)
(Foto Dokumentasi Pribadi)
Wisma Ranggam terletak di jalan Imam Bonjol Kampung Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Wisma Ranggam dibangun pada tahun 1827 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Pada awalnya wisma berfungsi sebagai gedung pengadilan (Landraad). Tahun 1851 wisma dikelola oleh perusahaan Belanda, yaitu Bangka Tin Winning dan berfungsi sebagai penginapan para karyawannya, sementara beberapa bangunan di samping bangunan utama diperuntukan bagi para pengurus pengelola Rest House dan petinggi BTW. Lingkungan ini dikenal sebagai bagian dari Pasanggarahan BTW (Roemah Persinggahan BTW).
(Foto Dokumentasi Pribadi)
Pada tahun 1890 gedung utama direnovasi yang awalnya dari dinding kayu menjadi bangunan semi permanen. Tahun 1924, bangunan direnovasi kembali ke full bata, tanpa merubah bentuk dan desain aslinya. Pada tahun 1927, di bawah pimpinan arsitek yang bernama Anrwerp J. Lokollo dilakukan penambahan bangunan pada bagian sayap depan kiri kanan dan belakang dengan bentuk simetris penuh bergaya Indische Empire Style yang merupakan type bangunan di abad 18-19.


(Foto Dokumentasi Pribadi)




(Foto Dokumentasi Pribadi) 
Keberadaan Wisma Ranggam sangat penting bagi sejarah bangsa Indonesia, karena di tempat ini telah terjadi berbagai peristiwa penting bagi bangsa Indonesia. Berikut ini informasi yang diperoleh mengenai Wisma Ranggam :
Pertama, pada tanggal 11 Februari 1897, Wisma Ranggam  pernah menjadi tempat pengasingan Kanjeng Pangeran Hario (KPH) dari Kesultanan Jogja yang menentang pemerintah Hindia Belanda. 
Kedua, pada saat agresi militer Belanda II, Wisma Ranggam menjadi tempat pengasingan Presiden Soekarno dan tokoh-tokoh bangsa lainnya seperti KH. Agus Salim Mr. Moch. Roem dan Ali Sastroamijoyo. Wisma ini juga menjadi saksi cikal bakal Perundingan Roem Royen. Di ruang makan utama sering terjadi perundingan untuk membicarakan bahan-bahan perundingan Roem-Royen.
Ketiga, Wisma Ranggam juga menjadi tempat diserah terimanya surat kuasa kembalinya pemerintahan RI ke Yogyakarta dari Ir. Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada bulan Juni 1949 yang disaksikan oleh Muhammad Hatta, Mr. Muhammad Roem, dan Ali Sastroamidjoyo dan ternyata surat kuasa tersebut dikonsep oleh Muhammad Hatta di Wisma Menumbing dan diketik oleh Abdul Gafar Pringgodigdo.  
  
    Keberhasilan perjuangan diplomasi para pendiri bangsa dalam kancah politik internasional selama masa pengasingan di Bangka, melahirkan  slogan " Van Bangka Begint De Victorie (Dari Bangka datangnya Kemenangan)" 
   
      Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai sejarah Wisma Menumbing dan Wisma          Ranggam.

      Semoga Bermanfaat.....
      

13 komentar: