Kamis, 15 Agustus 2024

DISIPLIN POSITIF DAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN UNIVERSAL


Penerapan Disiplin Positif  di Sekolah  

Oleh : Oding. R6

Sekolah adalah lembaga untuk para siswa mendapat pengajaran di bawah pengawasan guru. [Wikipedia Ensiklopedia Bebas] Pada dasarnya  tugas guru di sekolah  tidak cukup dengan memberikan materi pelajaran semata, tapi guru memiliki tiga tugas utama di sekolah yaitu mendidik, mengajar dan melatih, mendidik mengandung arti bahwa seorang guru harus mampu menerapkan nilai-nilai kebajikan kepada siswa sehingga pada gilirannya nanti, mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh siap bersaing ditengah derasnya arus global yang semakin tidak menentu,  mengajar memiliki arti mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pada siswa/siswi, sedangkan melatih sama maknanya dengan mengembangkan suatu kecakapan pada siswa/siswi agar  mereka dapat menguasai keterampilan tertentu. Di era globalisasi, dimana keberadaan guru tidak lagi menjadi sosok sentral yang dianggap serba bisa dan serba mengetahui oleh siswa/siswi nya, guru pada zaman ini acapkali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan baik dari siswa/siswinya maupun dari orang tua yang merasa tidak puas dengan kinerja guru di sekolah, oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik, untuk kepentingan itu salah satu upaya yang bisa dilakukan guru adalah menerapkan pendekatan disiplin positif pada siswa/siswinya.  

Disiplin positif telah menjadi pendekatan yang semakin populer dalam pendidikan dan pengasuhan pada abad ini. Konsep ini berfokus pada pengembangan karakter dan tanggung jawab secara individu.  Terdapat pergeseran paradigma dari stimulus respon yang merupakan gaya pengajaran klasik  menuju teori kontrol, pergeseran paradigma tersebut akan dipaparkan di bawah ini :  

Dari Stimulus-Respons Menuju Teori Kontrol

  • Model Stimulus-Respons: Model tradisional dalam memahami perilaku manusia seringkali mengacu pada konsep stimulus-respons. Artinya, perilaku manusia dianggap sebagai reaksi otomatis terhadap rangsangan dari lingkungan. Jika ada rangsangan tertentu, maka akan muncul respons tertentu.
  • Teori Kontrol: Teori kontrol memberikan pandangan yang lebih kompleks tentang perilaku manusia. Teori ini menekankan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk memilih tindakan mereka berdasarkan nilai-nilai dan tujuan yang mereka yakini. Dengan kata lain, manusia tidak hanya merespons secara pasif terhadap lingkungan, tetapi juga secara aktif memilih tindakan yang mereka anggap paling sesuai.

Disiplin Positif dan Teori Kontrol

Disiplin positif sejalan dengan teori kontrol. Pendekatan ini mengakui bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Beberapa prinsip kunci dalam disiplin positif yang mencerminkan teori kontrol antara lain:

  • Fokus pada solusi: Alih-alih hanya memfokuskan pada perilaku yang salah, disiplin positif mendorong individu untuk mencari solusi dan belajar dari kesalahan.
  • Membangun hubungan: Hubungan yang positif dan saling menghormati antara pendidik atau orang tua dengan anak sangat penting dalam mendorong perilaku yang diinginkan.
  • Memberdayakan individu: Disiplin positif bertujuan untuk memberdayakan individu agar mampu mengatur diri sendiri dan membuat keputusan yang bijak.

Nilai-Nilai Kebajikan Universal dan Disiplin Positif

Nilai-nilai kebajikan universal, seperti kejujuran, kebaikan, dan keadilan, merupakan landasan penting dalam penerapan disiplin positif. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, individu akan memiliki pedoman yang kuat dalam membuat pilihan dan bertindak.

  • Koneksi antara nilai-nilai dan perilaku: Disiplin positif membantu individu memahami bagaimana nilai-nilai yang mereka yakini berhubungan dengan perilaku sehari-hari.
  • Pemodelan nilai-nilai: Pendidik dan orang tua berperan sebagai model bagi anak-anak dalam menunjukkan nilai-nilai yang ingin mereka tanamkan.
  • Diskusi dan refleksi: Diskusi terbuka tentang nilai-nilai dapat membantu individu mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan komitmen yang lebih kuat terhadap nilai-nilai tersebut.

Implikasi bagi Pendidikan dan Pengasuhan

Pergeseran paradigma dari stimulus-respons menuju teori kontrol memiliki implikasi yang signifikan bagi dunia pendidikan dan pengasuhan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penciptaan lingkungan belajar yang positif: Lingkungan belajar yang positif dan mendukung akan mendorong siswa untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan motivasi intrinsik.
  • Pengembangan keterampilan sosial-emosional: Disiplin positif membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti empati, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.
  • Penguatan hubungan antara pendidik dan siswa: Hubungan yang kuat antara pendidik dan siswa akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembelajaran.
Berikut ini Mind Map Disiplin Positif dengan penerapan teori kontrol menurut Dr. Wiliam Glasser.

     Sumber  : Modul Ajar Program Guru Penggerak