Sabtu, 25 Juli 2020
Jumat, 24 Juli 2020
Kamis, 02 Juli 2020
SEJARAH PANDEGLANG
KEBERADAAN SITUS CIHUNJURAN DAN DUGAAN KEBERADAAN KERAJAAN SALAKANAGARA
Oleh :
Uri M. Rachmawiana, S.Pd.
PENDAHULUAN
Sebelum tahun 2000 berbagai
kajian sejarah dan kebudayaan Banten selalu bersumber pada dua wilayah budaya
yang spesifik, yaitu tradisi etnografi Baduy yang dianggap representasi
orisinilitas budaya Sunda dan tradisi Kesultanan Banten yang merepresentasikan
elemen-elemen modernitas Banten sejak kedatangan Islam sekurang-kurangnya dari
paruh pertama abad XVI.
Harus kita akui, banyak
fakta menunjukkan bahwa beberapa peristiwa sejarah telah demikian kuat mewarnai
identitas budaya hampir diseluruh wilayah Banten. Namun, persoalannya terletak
pada kenyataan bahwa identitas budaya itu merupakan hasil proses sejarah, yang
mungkin selama proses itu berlangsung telah terjadi pembentukan identitas
bahkan ada kecenderungan selalu diperbaharui mengikuti perubahan-per-ubahan
sosial dan budaya.
Kepurbakalaan di lereng
Gunung Pulasari untuk pertama kali diteliti oleh sebuah tim dari Pusat Peneli
tian Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1979. Namun,
penelitian tersebut hanya peninjauan lapangan dalam rangkaian kegiatan
ekskavasi di Anyer. Penelitian ini mendokumentasikan dolmen (Batu Ranjang),
lumpang batu, dan arca batu (Sanghyang Dengdek) di lereng barat, sebagai hasil
ke-budayaan materi yang bercorak megalitik.
Langganan:
Komentar (Atom)