Sekolah adalah lembaga untuk para siswa mendapat pengajaran di bawah pengawasan guru. [Wikipedia Ensiklopedia Bebas] Pada dasarnya tugas guru di sekolah tidak cukup dengan memberikan materi pelajaran semata, tapi guru memiliki tiga tugas utama di sekolah yaitu mendidik, mengajar dan melatih, mendidik mengandung arti bahwa seorang guru harus mampu menerapkan nilai-nilai kebajikan kepada siswa sehingga pada gilirannya nanti, mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh siap bersaing ditengah derasnya arus global yang semakin tidak menentu, mengajar memiliki arti mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pada siswa/siswi, sedangkan melatih sama maknanya dengan mengembangkan suatu kecakapan pada siswa/siswi agar mereka dapat menguasai keterampilan tertentu. Di era globalisasi, dimana keberadaan guru tidak lagi menjadi sosok sentral yang dianggap serba bisa dan serba mengetahui oleh siswa/siswi nya, guru pada zaman ini acapkali mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan baik dari siswa/siswinya maupun dari orang tua yang merasa tidak puas dengan kinerja guru di sekolah, oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas dengan baik, untuk kepentingan itu salah satu upaya yang bisa dilakukan guru adalah menerapkan pendekatan disiplin positif pada siswa/siswinya.
Disiplin positif telah menjadi pendekatan yang semakin populer dalam pendidikan dan pengasuhan pada abad ini. Konsep ini berfokus pada pengembangan karakter dan tanggung jawab secara individu. Terdapat pergeseran paradigma dari stimulus respon yang merupakan gaya pengajaran klasik menuju teori kontrol, pergeseran paradigma tersebut akan dipaparkan di bawah ini :
Dari Stimulus-Respons Menuju Teori Kontrol
Model Stimulus-Respons: Model tradisional dalam memahami perilaku manusia seringkali mengacu pada konsep stimulus-respons. Artinya, perilaku manusia dianggap sebagai reaksi otomatis terhadap rangsangan dari lingkungan. Jika ada rangsangan tertentu, maka akan muncul respons tertentu.
Teori Kontrol: Teori kontrol memberikan pandangan yang lebih kompleks tentang perilaku manusia. Teori ini menekankan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk memilih tindakan mereka berdasarkan nilai-nilai dan tujuan yang mereka yakini. Dengan kata lain, manusia tidak hanya merespons secara pasif terhadap lingkungan, tetapi juga secara aktif memilih tindakan yang mereka anggap paling sesuai.
Disiplin Positif dan Teori Kontrol
Disiplin positif sejalan dengan teori kontrol. Pendekatan ini mengakui bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk membuat pilihan dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Beberapa prinsip kunci dalam disiplin positif yang mencerminkan teori kontrol antara lain:
Fokus pada solusi: Alih-alih hanya memfokuskan pada perilaku yang salah, disiplin positif mendorong individu untuk mencari solusi dan belajar dari kesalahan.
Membangun hubungan: Hubungan yang positif dan saling menghormati antara pendidik atau orang tua dengan anak sangat penting dalam mendorong perilaku yang diinginkan.
Memberdayakan individu: Disiplin positif bertujuan untuk memberdayakan individu agar mampu mengatur diri sendiri dan membuat keputusan yang bijak.
Nilai-Nilai Kebajikan Universal dan Disiplin Positif
Nilai-nilai kebajikan universal, seperti kejujuran, kebaikan, dan keadilan, merupakan landasan penting dalam penerapan disiplin positif. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, individu akan memiliki pedoman yang kuat dalam membuat pilihan dan bertindak.
Koneksi antara nilai-nilai dan perilaku: Disiplin positif membantu individu memahami bagaimana nilai-nilai yang mereka yakini berhubungan dengan perilaku sehari-hari.
Pemodelan nilai-nilai: Pendidik dan orang tua berperan sebagai model bagi anak-anak dalam menunjukkan nilai-nilai yang ingin mereka tanamkan.
Diskusi dan refleksi: Diskusi terbuka tentang nilai-nilai dapat membantu individu mengembangkan pemahaman yang lebih dalam dan komitmen yang lebih kuat terhadap nilai-nilai tersebut.
Implikasi bagi Pendidikan dan Pengasuhan
Pergeseran paradigma dari stimulus-respons menuju teori kontrol memiliki implikasi yang signifikan bagi dunia pendidikan dan pengasuhan. Beberapa di antaranya adalah:
Penciptaan lingkungan belajar yang positif: Lingkungan belajar yang positif dan mendukung akan mendorong siswa untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan motivasi intrinsik.
Pengembangan keterampilan sosial-emosional: Disiplin positif membantu siswa mengembangkan keterampilan seperti empati, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah.
Penguatan hubungan antara pendidik dan siswa: Hubungan yang kuat antara pendidik dan siswa akan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembelajaran.
Berikut ini Mind Map Disiplin Positif dengan penerapan teori kontrol menurut Dr. Wiliam Glasser.
Bagi kalian kelas 8 yang mau menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT). Berikut ini games menarik yang dapat kalian kerjakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kalian dalam menghadapi ASAT.
Bagi kalian kelas 9 yang mau menghadapi Asesmen Sumatif Satuan Pendidikan (ASSP). Berikut ini games menarik yang dapat kalian kerjakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kalian dalam menghadapi ASSP.
Bagi kalian kelas 9 yang mau menghadapi Asesmen Sumatif Satuan Pendidikan (ASSP). Berikut ini games menarik yang dapat kalian kerjakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kalian dalam menghadapi ASSP.
Bagi kalian yang duduk di kelas 9 dan ingin menambah pemahaman kalian tentang materi Perdagangan Internasional. Berikut ini Latihan soal yang dapat kalian kerjakan....
üKurikulum dapat dimaknai sebagai titik
awal sampai titik akhir pengalaman belajar murid.
üAda juga yang memaknai kurikulum sebagai “
jantung atau isi pendidikan”, yaitu ‘apa saja yang akan murid pelajari’. Jika tidak ada jantung atau isi
pendidikan, maka tidak ada yang ‘memompa darah’ atau ‘kosong’.
üBahkan, ada juga yang menganggap kurikulum
sebagai program pendidikan. Program yang menyediakan
pengalaman-pengalaman belajar untuk perubahan perilaku murid
Murid hidup pada zaman/keadaan yang sudah
berbeda.
Cara berkomunikasi,
cara belajar
cara memandang diri
lingkungannya berbeda dengan keadaan yang kita alami pada jaman
kita.
4 KOMPONEN DALAM KURIKULUM
kommponen tujuan,
isi kurikulum,
komponen metode atau strategi pencapaian tujuan,
dan
komponen evaluasi
komponen-komponen tersebut
diklasifikasikan menjadi 3 hal yang digunakan di beberapa negara, yaitu;
Tujuan pembelajaran/konten
Panduan pedagogi
Panduan asesmen
Kerangka/komponen ini dapat kita gunakan
dalam mendesain kurikulum dan pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid.
Murid hidup pada zaman/keadaan yang sudah berbeda.
Cara
berkomunikasi,
cara
belajar
cara
memandang diri
lingkungannya
berbeda dengan keadaan yang kita alami pada jaman kita.
“Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya”.
Kurikulum bersifat
dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik
murid, demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka: kini dan di masa
depan.
Guru adalah profesi yang memiliki peran penting dalam upaya membangun dan membentuk karakter peserta didik serta merubah perilaku peserta didik dari urakan, tidak menghargai orang lain, suka bolos, sering melawan orang tua dan berbagai perilaku buruk lainnya menjadi karakter yang sopan, hormat pada yang lebih tua, saling menghargai, memiliki cita-cita tinggi untuk meraih prestasi sehingga dikemudian hari mereka akan mengucap kata " Terima Kasih Guruku Jasamu tak mungkin kami lupakan."
Untuk mencapai karakter sesuai yang diharapkan tersebut tantangan seorang guru luar biasa berat, kita tahu hampir setiap hari anak-anak disuguhkan tontonan yang kurang mendidik terutama tontonan yang disediakan oleh berbagai macam media sosial tersebab mudahnya anak-anak untuk mengakses platform media sosial dan terkadang lepas dari kontrol orang tua.
Berdasarkan kenyataan itu seorang guru mestinya tidak boleh duduk manis dan berleha-leha ketika berada di tempat kerja, tapi harus berusaha sekuat tenaga dan berjibaku dengan berbagai pihak jika diperlukan. kita mesti tahu bahwa pada saat ini peserta didik harus dibekali dan menguasai 4 kompetensi kecakapan abad 21.yaitu Critical Thinking and Problem Solving (kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah), Creativity (kreativitas) Communication Skills (kemampuan berkomunikasi) dan Ability to Work Colllaboration (kemampuan untuk bekerja sama dalam suatu pekerjaan) dimana untuk mempersiapkan hal tersebut pemerintah sudah membuat suatu terobosan dengan memberlakukan kurikulum merdeka yang didalamnya tersemat Profil Pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila memiliki 6 dimensi utama yaitu :
Beriman, bertaqwa kepadatuhan yang mahaesa dan berakhlak mulia;
Akhlak beragama
Mengenal dan MencintaiTuhan Yang MahaEsa
Memahami kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat Tuhan dengan konsep peran manusia di bumi sebagai makhluk Tuhan yang bertanggungjawab.
Pemahaman Agama/Kepercayaan
Memahami makna dan fungsi, unsur-unsur utama agama /kepercayaan dalam konteks Indonesia, membaca kitab suci, serta memahami ajaran agama/ kepercayaan terkait hubungan sesame manusia dan alam semesta.
Pelaksanaan Ritual Ibadah
Melaksanakan ibadah secararutin dan mandiri sesuai dengan tuntunan agama/kepercayaan, serta berpartisipasi pada perayaan hari-hari besar Keagamaan.
Akhlak Pribadi
Integritas
Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain
Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual
Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitasfisik, sosial dan ibadah.
Akhlak Kepada Manusia
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan
Mengenal perspektif dan emosi/perasaan dari sudut pandang orang atau kelompok lain yang tidak pernah dijumpai atau dikenalnya. Mengutamakan persamaan dan menghargai perbedaan sebagai alat pemersatu dalam keadaan konflik atau perdebatan.
Berempati kepada orang lain
Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan/atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya.
AkhlakKepadaAlam
Memahami keterhubungan ekosistem Bumi
Memahami konsep sebab akibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai
Menjaga lingkungan alam sekitar
Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaika npermasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternative solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut.
Akhlak Bernegara
Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia :
Menganalisis peran, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, memahami perlunya mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi sebagai wujud dari keimanannya kepada Tuhan YME.
Berkebinekaan global
Mengenal dan Menghargai Budaya
Mendalami budaya dan identitas budaya
memahami perubahan budaya seiring waktu dan sesuai konteks, baik dalam skala lokal, regional, dan nasional. Menjelaskan identitas diri yang terbentuk dari budaya bangsa.
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya.
Memahami dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam konteks personal dan sosial.
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keaneka ragaman budaya
Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta mulai berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi dan Interaksi Antar Budaya
Berkomunikasi antar budaya
Mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap penggunaan bahasa serta dapat mengenali risiko dalam berkomunikasi antar budaya.
Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif
Menjelaskan asumsi-asumsi yang mendasari perspektif tertentu. Memperkirakan dan
mendeskripsikan perasaan serta motivasi komunitas yang berbeda dengan dirinya
yang berada dalam situasi yang sulit.
Refleksi dan Tanggung Jawab Terhadap Pengalaman Kebinekaan
Refleksi terhadap pengalaman kebhinekaan
Merefleksikan secara kritis gambaran berbagai kelompok budaya yang ditemui dan cara meresponnya.
Menghilang kan stereotip dan prasangka
Mengkonfirmasi, mengklarifikasi dan menunjukkan sikap menolak stereotip serta prasangka tentang gambaran identitas kelompok dan suku bangsa.
Menyelaraskan perbedaan budaya
Mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu tentang penghargaan terhadap keragaman dan kesetaraan budaya.
Berkeadilan Sosial
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan
Mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai akibat dari pilihan yang dilakukan oleh manusia, serta dampak masalah tersebut terhadap sistem ekonomi, sosial dan lingkungan, serta mencari solusi yang memperhatikan prinsip-prinsip keadilan terhadap manusia, alam dan masyarakat
Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan Bersama
Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan metode yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan panduan pendidik
Memahami peran individu dalam demokrasi
Memahami konsep hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain
Bergotong Rotong
Kolaborasi
Kerjasama
Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang
lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.
Komunikasi untuk mencapai tujuan Bersama
Memahami informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan bersama.
Saling-ketergantungan positif
Mendemonstrasikan kegiatan kelompok yang menunjukkan bahwa anggota kelompok dengan
kelebihan dan kekurangannya masing-masing perlu dan dapat saling membantu memenuhi kebutuhan
Koordinasi sosial
Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama.
Kepedulian
Tanggap terhadap lingkungan sosial
Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Persepsi Sosial.
Menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu untuk menentukan tindakan yang tepat agar orang lain menampilkan respon yang diharapkan.
Berbagi
Mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di sekitar tempat tinggal
Mandiri
Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi
Membuat penilaian yang realistis terhadap kemampuan dan minat , serta prioritas pengembangan diri berdasarkan pengalaman belajar dan aktivitas lain yang dilakukannya.
Mengembangkan refleksi diri
Memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan pribadi dan akademik yang akan muncul berlandaskan pada pengalamannya untuk mempertimbangkan strategi belajar yang sesuai.
Regulasi diri
Regulasi emosi
Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.
Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk mencapainya
Merancang strategi yang sesuai untuk menunjang pencapaian tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan dirinya, serta situasi yang dihadapi.
Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri
Mengkritisi efektivitas dirinya dalam bekerja secara mandiri dengan mengidentifikasi hal-hal yang menunjang maupun menghambat dalam mencapai tujuan.
Mengembangkan pengendalian dan disiplin diri
Berkomitmen dan menjaga konsistensi pencapaian tujuan yang telah direncanakannya untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan diri yang diharapkannya
Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif
Membuat rencana baru dengan mengadaptasi, dan memodifikasi strategi yang sudah dibuat ketika upaya sebelumnya tidak berhasil, serta menjalankan kembali tugasnya dengan keyakinan baru.
Bernalar kritis
Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
Mengajukan pertanyaan
Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut.
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya
Menalar dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan
Refleksi pemikiran dan proses berpikir
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri
Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda
Kreatif
Menghasilkan Gagasan Yang Orisinal
Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.
Menghasilkan Karya dan tindakan yang Orisinal
Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya
dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternative solusi permasalahan
Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan